no tendency to insult anyone, anything at all. hopefully, it'll be a place for me to learn how to write good stuff. a place for warming our skull, a preparation to built an expressway to ours someday. really looking forward to a nice conversation, sharing thoughts, interests, and also a new friend..
Posted on 1:53 AM

saya butuh bukti nyata

Filed Under (,,) By antariksa at 1:53 AM

jengkel dengan dunia seni.
"gila, karya dia laku 50 juta ya"
kanvas ukuran 120x90 itu
akhirnya berada dalam genggaman seorang kolektor kaya

mencoba menjadi orang awam saya bertanya.
what makes it so special?
tentu saja proses dan ideologi yang ada di dalamnya, katanya.
maksudnya proses apa?
menjilat kurator?
membuka percakapan dan memperluas jaringan?
ideologi asal bapak senang?
selera pasar?

lalu apa hasil konkrit yang bisa saya berikan kepada masyarakat sebagai seniman?

saya merasa seperti seorang 'golput' kebanyakan

tahu apa yang tidak dimaui
tapi juga
tidak tahu apa yang dimaui

inilah buah yang dipetik akibat dipupuk Tugas Akhir dan disiram insomnia.

10 comments

Anonymous on 12:19 AM  

T_T
pertanyaan apa yg untuk masyarakat itu mengharukan sekali,swear to God..

tapi sebenernya masih ada yg janggal, bayangkan tukang cukur yang dibayar karena jasa cukur, petani yang dibayar karena menghasilkan beras, ato misalnya jika desainer yang mendekorasi ato bahkan pembunuh bayaran yg dibantu karena membantu membunuh.. mereka dibayar atas hasil kerja yg jelas..

klo seniman? ini janggal, gw ga yakin sama spekulasi apapun soal motif membeli para kolektor. gw rada percaya maecenas, tp gw gayakin itu masih ada skrng..


kania on 8:28 AM  

"hasil kerja yang jelas"
disini berlaku gak "just because you dont see it doesn't mean it's not there"
atau misalkan perbandingan antara setetes embun yang menghilang disruput burung kecil dan membuat ia segar sepanjang hari
dengan sebongkah intan yang solid dan tidak mudah hancur

atau malah terbalik ya.
ah pusing


Anonymous on 5:06 PM  

nah burung itu minum kopi sekarang, tanpa alasan, karena ada sesuatu yang dimanupalasi dengan sangat canggih dan smua bilang: semuanya baik2 aja..

gw pikir itu emng manipulasi yg canggih, gw coba melihatnya secara berjarak, sebisa mungkin dari kejauhan dengan tetap berprasangka baik, coba ngerti. tapi hasilnya, itu smua tetap tak masuk akal..

gw pikir polah mereka bukan gara2 sesuatu yg tidak kita lihat..
ini semua dalam adegan banyak orang yang pengen hidup gratis, mereka berlomba menjadikan dirinya sebagai seniman. dan yang lain, ingin menjadi dan merasa sebagai seorang manusia yang sangat terhormat, sampe dia bingung benda yang manakah seni itu, "tolong jaminkan itu adalah benda seni, maka saya akan membelinya, saya ingin benar2 terhormat"

itu spekulasi gw, belum tentu benar, spekeluasi gw adalah tentang orang2 melo tak berguna: apa yg bikin org pengen hidup gratis?, dan, ada masalah apa sampe org merasa sangat mendapatkan sbuah simbol kehormatan?

lagi-lagi gw akan bilang: dulu org jadi seniman bukan bwt cari uang, maecenas yg bikin seniman mampu hidup dan jadi org besar


kania on 5:23 PM  

anon perlihatkan jatidiri. hehe


kania on 5:33 PM  

sebetulnya maksudnya yang gua analogikan dengan:
sebongkah intan : hasil kerja yang jelas

:quote: "tukang cukur yang dibayar karena jasa cukur, petani yang dibayar karena menghasilkan beras, ato misalnya jika desainer yang mendekorasi ato bahkan pembunuh bayaran yg dibantu karena membantu membunuh"

bukan polah atau yang mendorong hadirnya fenomena berlombalomba menjadi seniman itu

kalauini:
:quote: "apa yg bikin org pengen hidup gratis?, dan, ada masalah apa sampe org merasa sangat mendapatkan sbuah simbol kehormatan?"

gua rasa udah sifat dan kebutuhan dasar manusia,


Anonymous on 8:56 PM  

terserah deh..

gw lebih suka manic biar muncul secara popular, di media massa bukan galeri, blak2an ga terlalu misterius..
gw pikir manic art juga, lebih art malah.. gw pikir mereka jadiin itu tugas hidup, mereka merelakan diri utk brpikir keras bwt ga bikin lagu macem justin timberlake, walo pun mereka sama2 muncul secara populer.. tp manic menaruh kan ssuatu dilagu populernya, menitipkan dirinya, utk mewujudkan apa yg mereka pikir.

klo seniman miring yg kita bicarakan sejak awal, gw curiga, gw ga yakin, gw bisa membayangkan mereka tak ada, dan mereka harus terima, karena ga akan banyak org yg akan membelanya, gw yakin..

tapi, terserah deh..
kita mungkin sedang membicarakan sesuatu yg mungkin saja tak ada, dialog sambil membayangkan imajinasi masing-masing, dan entah akan kemana nantinya...

terlepas komen macem gini, gw suka posting-an mu kali ini


kania on 9:33 AM  

ya.. kok terserah. hehe
iya sih, ttg maecenas gua masih yakin ada beberapa diantara sekian banyak kolektor2 itu.
sebetulnya gua setuju sama pendapat lo kok.
btw ini siapa sih sebetulnya


Anonymous on 10:37 PM  

comment nya jadi sangat banyak ya,
anonymous heran kenapa kania begitu sentimen sama lukisan harga 50 juta, tapi entah, seneng juga..

manusiawi atau batas kewajaran manusia ga akan pernah slese.. yakin deh. smua ttg manusia masih bisa diukur ulang!

jadi ga keren klo cm pengen hidup gratis, gw yakin. ga usah jauh-jauh bwt masyarakat, jadi badut, penipu, tukang pukul, juga cukup bwt bs mewujudkan hidup gratis.


kania on 9:48 AM  

adoh. penasaran


roy on 12:31 PM  

Hei Kan..baru baca neh..menarik jg..soalnya gw jg pernah kpikiran ky gitu..dan sama kaya yg si anggi tulis di : http://manggismanis.multiply.com/journal/item/77/And_then_I_realized_that_I_dont_wanna_be_an_artist_for_now.

gw jg sama mikirnya..hmm..
gw pikir cm gw yg mikirin gtu..
sayang kita jarang mendiskusikan hal tersebut di kampus..